Tim PKM-PM UNY Tutup Program MENCARE, Dorong Keberlanjutan Edukasi Menstruasi di SLB Bhakti Pertiwi Prambanan

Prambanan, Sleman – Program Menstrual Care Education (MENCARE) yang dikembangkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan ketua Afifah Haya Nur Karimah (S1-Pendidikan IPA) beranggotakan Amelia Kusuma Dewi (S1-Pendidikan Luar Biasa), Salma Maulidia Setiyanto (S1-Matematika), Tsabitah Sarah (S1-Teknologi Informasi), dan Nurmalita Hasna Padistyan (S1-Biologi) dengan Dosen Pendamping Ibu Dr. Sukinah, M.Pd. telah memasuki tahapan penutupan program sebagai bentuk akhir dari rangkaian kegiatan program MENCARE di SLB. Kegiatan tersebut diselenggarakan di SLB Bhakti Pertiwi Prambanan pada Senin (10/8) dan dihadiri oleh orang tua, guru, serta tamu undangan dari perwakilan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus III Kabupaten Sleman dan Puskesmas Prambanan.

Rangkaian kegiatan MENCARE telah dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan murid, guru, dan orang tua. Edukasi higiene menstruasi diberikan melalui berbagai media edukasi, seperti website, buku saku, powerpoint, video interaktif, flashcard, dan poster serta dilengkapi dengan kegiatan praktik sehingga murid dapat memahami sekaligus menerapkan kebiasaan higiene menstruasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kegiatan penutupan, Tim PKM-PM UNY menyampaikan hasil pelaksanaan program sekaligus melakukan penyerahan media edukasi dan buku pedoman mitra kepada pihak sekolah serta penandatanganan surat Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan program melalui keterlibatan guru sebagai pendamping dalam penerapan edukasi higiene menstruasi di SLB.

Ibu Sudarmi, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SLB Bhakti Pertiwi Prambanan, menyampaikan bahwa program MENCARE memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan keterampilan murid dalam menjaga higiene menstruasi.

“Sebelum adanya program MENCARE, kami mengalami kebingungan dalam menghadapi murid yang sedang menstruasi. Murid juga belum memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana merawat diri saat menstruasi. Setelah adanya program ini, pemahaman dan keterampilan higiene menstruasi murid menjadi lebih terarah. Sebanyak 90% murid sudah mampu merawat diri secara mandiri saat menstruasi. Program ini sangat kami butuhkan dan memberikan manfaat bagi SLB kami.”

Melalui pelaksanaan MENCARE, pengetahuan dan keterampilan higiene menstruasi yang telah diberikan diharapkan dapat terus diterapkan oleh murid dengan dukungan kolaboratif dari guru, orang tua, dan tenaga kesehatan. Selain itu, keberlanjutan program diharapkan dapat membuka peluang bagi penerapan edukasi higiene menstruasi adaptif di sekolah-sekolah lain.

Penutupan program MENCARE bukan menjadi akhir, melainkan menjadi langkah awal bagi keberlanjutan edukasi higiene menstruasi yang lebih adaptif, mandiri, dan berkelanjutan di SLB Bhakti Pertiwi Prambanan.

Pantau kegiatan dan dokumentasi seru program MENCARE melalui akun media sosial kami @pkmpm_mencare (Youtube, Tiktok, Instagram) dan @Pkmpm Mencare (Facebook).