Pembelajaran Sumber Daya Alam melalui Praktik Menanam untuk Mengembangkan Keterampilan Fungsional Murid Hambatan Intelektual

Dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), mahasiswa melaksanakan pembelajaran mengenai sumber daya alam dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari bagi murid dengan hambatan intelektual fase D di SLB Negeri 2 Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis 10 September 2026 di lingkungan sekolah dengan menggabungkan pembelajaran di dalam kelas dan praktik langsung di luar kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu murid memahami materi melalui pengalaman yang konkret sekaligus mengembangkan keterampilan fungsional yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan penyampaian materi mengenai sumber daya alam dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa memberikan berbagai contoh sumber daya alam yang dapat ditemui di lingkungan sekitar, seperti tumbuhan, hewan, tanah, air, kayu, matahari, dan minyak bumi. Materi disampaikan dengan bantuan media visual dan contoh yang dekat dengan kehidupan murid agar lebih mudah dipahami. Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan kuis sederhana untuk mengetahui pemahaman murid sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Murid yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat diberikan hadiah berupa makanan ringan sebagai bentuk penguatan positif. Selanjutnya, murid mengerjakan LKPD sebagai asesmen pengetahuan untuk mengetahui sejauh mana materi dapat dipahami. Setelah kegiatan di dalam kelas selesai, pembelajaran dilanjutkan dengan praktik menanam di lingkungan sekolah.

Praktik menanam menjadi kegiatan penerapan dari materi yang telah dipelajari. Melalui kegiatan tersebut, murid dapat melihat dan memanfaatkan secara langsung berbagai sumber daya alam yang telah dipelajari, seperti tanah, air, tumbuhan, dan sinar matahari. Murid diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan sederhana seperti menyiapkan media tanam, memasukkan tanah, menanam, dan menyiram tanaman dengan bimbingan mahasiswa. Kegiatan praktik tidak hanya membantu murid menghubungkan materi dengan kondisi nyata, tetapi juga melatih keterampilan fungsional, mengikuti instruksi, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan pengalaman langsung tersebut, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena pengetahuan yang diperoleh di kelas dapat diterapkan dalam aktivitas nyata.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, murid diharapkan dapat memahami sumber daya alam dan manfaatnya sekaligus memperoleh pengalaman dalam menerapkan pengetahuan melalui aktivitas sederhana. Pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan dan praktik diharapkan dapat terus dikembangkan agar murid memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman yang konkret dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya dalam mendukung pendidikan yang berkualitas melalui pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan mengembangkan keterampilan fungsional murid.