Praktik Mengajar Bahasa Inggris di SLB Sebagai Kontribusi Nyata Terhadap Sustainable Development Goals

Dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), mahasiswa melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris untuk murid kelas IX di SLB B Wiyata Dharma 1 Sleman. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 8 September 2026, di ruang kelas IX. Pembelajaran diampu langsung oleh mahasiswa PK dan diikuti oleh empat murid dengan hambatan pendengaran dan satu murid dengan hambatan intelektual, yang seluruhnya menggunakan komunikasi total dalam berkomunikasi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata terhadap pencapain Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian akses belajar yang bermutu dan setara, serta SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui upaya mengurangi kesenjangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Pembelajaran ini bertujuan agar murid mampu mengenali dan mengidentifikasi benda-benda di sekitar dalam Bahasa Inggris. Materi yang disampaikan bertema “Things Aroud Me” yang mencakup kosakata window, door, lamp, dan floor. Proses pembelajaran diawali dengan kegiatan pembuka berupa salam, doa, dan pertanyaan pemantik mengenai benda di sekitar. Pada kegiatan inti, murid menggunting dan menempelkan gambar benda dari Lembar Kerja Murid (LKM). Selanjutnya, murid menyalin nama benda tersebut secara bertahap berdasarkan tayangan dan penjelasan yang disampaikan oleh mahasiswa PK. Materi yang ditampilkan dalam PPT disajikan secara berurutan, mulai dari bahasa isyarat, nama benda dalam Bahasa Indonesia, dan terakhir nama benda dalam Bahasa Inggris. Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, mahasiswa PK melaksanakan permainan Estafet Bahasa Isyarat. Dalam pelaksanaannya, murid secara bergantian meneruskan Bahasa Isyarat yang mewakili salah satu benda dari murid pertama hingga murid terakhir. Selanjutnya, murid terakhir menuliskan kosakata Bahasa Inggris yang sesuai dengan benda yang dimaksud. Pembelajaran diakhiri dengan pengerjaan LKM evaluasi berupa mencocokkan gambar dengan kosakata Bahasa Inggris, serta sesi refleksi bersama. Seluruh kegiatan ini secara aktif melibatkan murid sebagai peserta utama pembelajaran.

Pengalaman mengajar ini memberikan dampak positif bagi murid maupun mahasiswa PK sendiri. Murid memperoleh kesempatan belajar Bahasa Inggris dan menunjukkan bahwa murid mampu mengenali, mencocokkan, dan menuliskan kosakata Bahasa Inggris secara sederhana. Melalui pendekatan visual, bahasa isyarat, dan praktik langsung, murid dengan hambatan pendengaran maupun hambatan intelektual dapat mengikuti pembelajaran secara mandiri sesuai kemampuannya. Kegiatan ini juga melatih keterampilan fungsional murid seperti menggunting, menempel, dan menyalin kosakata secara mandiri. Manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa penguasaan kosakata Bahas Inggris, tetapi juga pengalaman belajar yang setara dan bermakna bagi murid berkebutuhan khusus, sehingga sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan berkualitas (SDGs 4) serta pengurangan kesenjangan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (SDGs 10).

Harapan untuk kedapannya, murid dapat terus mengembangkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris dan menerapkannya dalam kehidupannya dalam komunikasi sehati-hari, baik secara lisan, tertulis, maupun bahasa isyarat. Bagi murid yang belum mencapai target pembelajaran, akan diberikan kegiatan remedial berupa LKM pencocokan kosakata dengan bantuan nama Bahasa Indonesia, sementara murid yang telah mencapai target akan diberikan pengayaan berupa LKM melengkapi kosakata Bahasa Inggris secara mandiri pada pertemuan berikutnya. Dukungan berkelanjutan dari wali kelas dan pihak sekolah diharapkan dapat membantu murid semakin terampil dan percaya diri dalam berbahasa Inggris, sehingga pembelajaran inklusif dapat terus dilaksanakan.